Makkah, 28 Oktober 2026 — Tinggal jauh dari kampung halaman membuat pertemuan dengan sesama perantau punya arti tersendiri. Ada rasa senang ketika bisa berkumpul, berbagi cerita, atau sekadar menikmati masakan yang mengingatkan pada rumah.
Rabu sore, 28 Oktober 2026, sebanyak 24 ummahat dan 31 anak berkumpul dalam Kajian Rutin Ummahat Sweetness of Makkah yang diselenggarakan oleh PRIM Cabang Makkah.
Kegiatan dimulai pukul 17.00 melalui program Qur’an and Playdate Kids. Anak-anak belajar mengenal huruf hijaiyah, dibimbing menghafal Al-Qur’an, serta dibiasakan melaksanakan salat berjamaah.
Pada pertemuan kali ini, anak-anak juga belajar mengenal Allah sebagai Al-Khaliq, Yang Maha Pencipta, melalui tema “Allah Creates Beautiful Colours”. Mereka diajak mengenal berbagai warna lewat kegiatan bermain dan aktivitas kreatif yang sekaligus melatih motorik halus.
Bagi anak-anak, mungkin sore itu terasa seperti waktu bermain bersama teman-teman. Namun, dari kegiatan sederhana tersebut, ada banyak kebiasaan baik yang perlahan mereka pelajari.
Selepas kegiatan anak-anak, para ummahat mengikuti kajian yang membahas Hadits ke-2 dari Kitab Umdatul Mar’ah oleh Ustadzah Daniah, Lc. Materi dilanjutkan dengan sesi tanya jawab, memberi kesempatan kepada peserta untuk memperdalam pembahasan.
Acara juga dimeriahkan dengan pembagian hadiah dan doorprize. Setelahnya, para ummahat menikmati waktu ramah tamah dan makan bersama. Beragam masakan khas Indonesia tersaji, menambah hangat suasana sore itu.
Di tengah kesibukan mengurus keluarga dan menjalani keseharian di tanah rantau, kesempatan untuk duduk bersama seperti ini tentu terasa menyenangkan. Para ibu bisa menambah ilmu sekaligus bertemu teman-teman, sementara anak-anak punya ruang untuk belajar dan bermain.
Barangkali itulah salah satu hal yang membuat pertemuan seperti ini layak untuk terus diadakan. Tidak perlu selalu menjadi acara besar. Cukup menjadi tempat yang membuat orang-orang senang datang, mendapatkan manfaat, lalu pulang membawa sesuatu yang baik.
Semoga pertemuan-pertemuan berikutnya terus menjadi ruang belajar yang menyenangkan bagi anak-anak, sekaligus tempat para ummahat menimba ilmu, saling mengenal dan menjaga ukhuwah selama berada di Tanah Suci.
Penulis: Poppy Prastika