KJRI Jeddah Gelar Sosialisasi dan Pembinaan WNI di Madinah: Tekankan Etika Lokal hingga Peluang Karir Diplomat

pada January 18, 2026 Waktu Membaca 2 Menit

MADINAH – Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah menyelenggarakan kegiatan pembinaan dan sosialisasi bagi warga negara Indonesia (WNI), khususnya para mahasiswa, di Madinah pada Jumat (16/1/2026). Acara ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman mengenai hukum setempat, administrasi keimigrasian, serta memberikan motivasi pengembangan diri.

Patuhi Hukum dan Etika Arab Saudi

Membuka sesi materi, Ibu Neni Kurniati dari bagian konsuler dan pelindungan WNI KJRI Jeddah mengingatkan pentingnya prinsip “di mana bumi dipijak, di sana langit dijunjung.” Beliau menekankan beberapa poin krusial terkait hukum di Kerajaan Arab Saudi:
• Perlindungan Sosial: Arab Saudi sangat ketat dalam melindungi hak perempuan dan anak.
• Privasi dan Etika Publik: Larangan keras mengambil video orang lain tanpa izin dan menyebarkan berita bohong (hoax). Pelanggaran etika publik dapat berujung pada sanksi pidana.
• Netralitas Politik: WNI dilarang keras terlibat dalam aktivitas politik praktis di wilayah kerajaan.
• Layanan Darurat: Dalam situasi medis darurat (kontak 997), disarankan menggunakan ponsel milik pasien untuk menghindari kendala administrasi tagihan (faturah) pada nomor pribadi pelapor.

Update Aturan Keimigrasian dan Paspor

Bapak Midran Dylan dari staf teknis imigrasi memberikan pemutakhiran informasi mengenai dokumen perjalanan. Beliau mengimbau WNI untuk segera memperbarui paspor jika masa berlakunya kurang dari satu tahun.

“Penggantian paspor di KJRI Jeddah kini lebih mudah dengan syarat Iqomah atau akun Absher yang aktif. Kami juga menyediakan opsi Paspor Elektronik seharga 150 Riyal, sementara paspor biasa dibanderol 100 Riyal dengan masa berlaku 5 tahun bagi WNI di luar negeri,” jelasnya. Ia juga mengingatkan agar setiap WNI memegang dokumen aslinya sendiri dan tidak menitipkannya kepada orang lain.

Motivasi dari Konjen: Mahasiswa sebagai “Non-State Actor”

Puncak acara diisi oleh Bapak Yusron Ambary, Konsul Jenderal RI Jeddah, yang berbagi pengalaman karirnya dari PNS Kemenlu (1998) hingga menjadi diplomat senior. Beliau yang dalam waktu dekat akan berpindah tugas ke Aljazair, memberikan pesan mendalam bagi mahasiswa Universitas Islam Madinah (UIM).

“Tetapkan tujuan sejak awal agar langkah kalian tidak berbelok-belok. Mahasiswa UIM memiliki modal besar dengan kemampuan bahasa Arab untuk menjadi diplomat di masa depan,” ujar Yusron.

Beliau juga menekankan pentingnya membangun Networking (jejaring) dengan mahasiswa mancanegara. Dalam teori diplomasi, beliau menjelaskan bahwa setiap WNI adalah non-state actor atau duta bangsa yang membawa citra Indonesia di mata dunia. Beliau menegaskan bahwa KJRI dan KBRI akan selalu memosisikan diri sebagai “orang tua” bagi para pelajar di perantauan.

Penutup

Kegiatan ini diakhiri dengan sesi tanya jawab yang interaktif. KJRI Jeddah kembali mengimbau seluruh WNI untuk tidak ragu melapor atau berkonsultasi jika menghadapi kendala selama berada di Arab Saudi.

Penulis: Fachrul Rozi, S.H.

Artikel Terkait