Silaturahim PCIM Arab Saudi dan PCM Sepanjang: Bahas Potensi Khidmah Haji hingga Kesehatan Islami

pada March 10, 2026 Waktu Membaca 3 Menit

Arab Saudi – Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Arab Saudi menerima kunjungan istimewa dari rombongan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Sepanjang, Sidoarjo, Jawa Timur pada Kamis, 12 Januari 2026.

Pertemuan hangat ini dihadiri langsung oleh Ketua PCM Sepanjang, Dr. Sam’un, M.Ag., yang didampingi oleh jajaran pengurus lainnya serta praktisi kesehatan dari RS Siti Khadijah, Dr. dr. Mohammad Subkhan, Sp.P.

Kunjungan ini bukan sekadar silaturahim biasa. PCM Sepanjang membawa misi penguatan ideologi sekaligus berbagi wawasan mengenai tata kelola Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) yang profesional dan berkemajuan.

Kemandirian Ekonomi dan Penguatan Ideologi Karyawan

Dalam diskusinya, PCM Sepanjang memaparkan profil kemandirian cabang yang patut dijadikan teladan. Saat ini, PCM Sepanjang mengelola berbagai AUM secara sentral, termasuk 5 Rumah Sakit dan 4 Sekolah berbagai jenjang.

Kekuatan manajemen terpusat ini tercermin dari Rencana Anggaran Belanja (RAB) PCM yang mencapai angka fantastis, yakni sekitar Rp 12–14 Miliar per tahun.

Salah satu bukti nyata keberhasilan pengelolaan ini adalah program umrah karyawan. Pada kesempatan kali ini, PCM Sepanjang memberangkatkan 39 jamaah umrah yang terdiri dari karyawan RS Siti Khadijah, guru dan pegawai sekolah, dan pegawai berbagai AUM di lingkungan cabang

“Program umrah ini bukan sekadar wisata religi, tetapi upaya menanamkan nilai-nilai ideologis Muhammadiyah secara mendalam di tubuh para karyawan yang berjuang di AUM,” ungkap ketua PCM Sepanjang.

Dorong PCIM Arab Saudi Garap Khidmah Haji

Dalam sesi diskusi strategis, PCM Sepanjang menekankan pentingnya organisasi menghasilkan profit yang kuat untuk menopang dakwah. “PCM perlu menghasilkan dana yang besar untuk melaksanakan kegiatan, tentunya tetap dalam koridor dakwah,” ujar Dr. Sam’un.

Beliau memberikan pandangan strategis bagi PCIM Arab Saudi untuk mulai menggarap sektor Khidmah Haji Muhammadiyah. Potensi ini dinilai sangat besar sebagai sumber pemasukan rutin tahunan yang dapat menyejahterakan organisasi.

Poin-poin strategis yang dibahas meliputi:

  • Kepercayaan: Kerjasama pembinaan dan pembimbingan bersama PCIM Arab Saudi lebih mudah dipantau dan dipercaya karena merupakan bagian dari keluarga besar Muhammadiyah.
  • Kesejahteraan: Memanfaatkan momentum haji sebagai sumber kesejahteraan bagi pengurus dan anggota PCIM Arab Saudi, serta menjadi salah satu sumber pemasukan PCIM.
Kesehatan Islami: Waspada Super Flu 2026

Selain pembahasan organisasi, acara juga diisi dengan sosialisasi kesehatan oleh Dr. dr. Mohammad Subkhan, Sp.P. Materi yang disampaikan sangat relevan dengan kondisi terkini, mengingat adanya fenomena penyakit jenis baru seperti Super Flu yang melanda Indonesia pada tahun 2026 ini.

Dr. Subkhan menekankan bahwa Islam dan kesehatan adalah dua hal yang tidak terpisahkan. Berikut adalah intisari materi kesehatan yang disampaikan:

  1. Higienitas dalam Syariat: Islam mengajarkan kebersihan dari hal yang paling sederhana, seperti berwudhu. Secara medis, wudhu yang benar efektif membersihkan kuman di area wajah dan tangan.
  2. Etika Bersin dan Batuk: Secara teoritis, saat bersin tubuh mengeluarkan ribuan virus dengan kecepatan tinggi. Islam mengajarkan adab menutup mulut saat bersin atau batuk. “Ini bukan hanya etika sopan santun, tapi langkah preventif agar penyakit tidak menyebar ke orang lain,” jelas Dr. Subkhan.
  3. Pola Makan Halal dan Thoyyib: Apa yang dikonsumsi berpengaruh langsung pada kesehatan. Dr. Subkhan mencontohkan larangan memakan babi karena daging tersebut mudah menjadi inang berkembangnya cacing pita yang menyebabkan berbagai penyakit serius.
  4. Istirahat dan Imunitas: Waktu istirahat sangat mempengaruhi sistem imun tubuh. Kurang tidur dapat melemahkan pertahanan tubuh terhadap virus baru seperti Super Flu.
  5. Aktivitas Fisik dan Ketenangan Jiwa: Memperbanyak olahraga membuat tubuh lebih resisten terhadap penyakit. Namun, kesehatan fisik saja tidak cukup. “Doa, dzikir, dan ketenangan jiwa jauh lebih berguna meningkatkan imun daripada melamun atau stres,” pungkasnya.