Sapa PRIM, PCIM Arab Saudi Perkuat Akar Kaderisasi di Ranting Istimewa Muhammadiyah Thaif

pada March 12, 2026 Waktu Membaca 2 Menit

THAIF, ARAB SAUDI – Mengawali langkah sebagai ranting yang baru diresmikan, Pimpinan Ranting Istimewa Muhammadiyah (PRIM) Thaif menerima kunjungan resmi dalam agenda “Safari Ranting PCIM Arab Saudi” pada hari Ahad 8 Maret 2026. Kunjungan ini menjadi momentum krusial bagi PRIM Thaif dalam memantapkan langkah organisasi pasca-pendirian resminya pada 25 Desember 2025.

Langkah Awal yang Progresif

Di bawah kepemimpinan Ustadz Usamah Nabil, PRIM Thaif yang beranggotakan 10 personel ini telah menunjukkan geliat organisasi yang positif. Sejak terbitnya SK pendirian, beberapa agenda strategis telah berhasil digulirkan, di antaranya ialah,

  • Kunjungan ke “Mahrajan Qiro’ah wa Kitabah” untuk penguatan literasi.
  • Dan Buka puasa bersama LAZISMU yang disertai pembekalan ideologi Ke-Muhammadiyahan oleh Dewan Penasihat, Ust. Hassan Energia Saputra.

Dialog Strategis dengan PCIM

Dalam suasana yang penuh kehangatan, Ketua Umum PCIM Arab Saudi, Ustadz Dicky Zulkarnain, hadir langsung untuk memberikan arahan dan supervisi. Kehadiran beliau disambut antusias sebagai bentuk perhatian nyata pimpinan cabang terhadap ranting-ranting baru.

Dalam sesi tanya jawab, muncul dua poin utama yang menjadi perhatian kader di Thaif:

1. Optimalisasi Dana : Ustadz Dicky menegaskan bahwa dukungan dana dari PCIM harus dialokasikan secara efektif untuk penguatan internal (silaturahim) dan peningkatan kapasitas intelektual anggota (upgrading skill) melalui kajian-kajian ilmiah.

2. Inklusivitas Anggota: Beliau menjelaskan bahwa Muhammadiyah di Arab Saudi bersifat terbuka bagi mahasiswa dari latar belakang manapun. Syarat utamanya adalah komitmen mengamalkan ideologi Muhammadiyah dan tidak sedang mengemban amanah di organisasi keislaman lain.

Proyeksi Kegiatan di Masa Mendatang

Ke depan, PRIM Thaif telah menyiapkan rangkaian program unggulan untuk menghidupkan napas organisasi di Kota Thaif. Agenda tersebut meliputi Rihlah Tsaqafiyyah untuk mengenali sejarah kota, serta kajian rutin Himpunan Putusan Tarjih (HPT) sebagai landasan paham agama bagi para kader.

Muhammad Rayhan, mewakili ketua PRIM yang berhalangan hadir, menyampaikan harapan besar agar kunjungan safari seperti ini dapat menjadi agenda rutin. “Ini bukan sekadar kunjungan formal, tapi upaya menyambung tali silaturahim agar gerak langkah PRIM tetap selaras dengan visi besar PCIM Arab Saudi,” pungkasnya.


Penulis : Muhammad Rayhan