Safari Ranting, PRIM Riyadh : Tantangan SDM Mahasiswa hingga Kedekatan dengan PMI

pada March 11, 2026 Waktu Membaca 2 Menit

RIYADH, ARAB SAUDI – Rombongan PCIM Arab Saudi kali ini dalam perjalanan safari rantingnya berada di ibu kota Arab Saudi dan berkesempatan untuk bertemu langsung dengan rekan-rekan PRIM Riyadh. Dalam koordinasi terbaru, Ustadz Faisal mewakili ketua PRIM Riyadh memaparkan kondisi objektif serta tantangan yang dihadapi oleh PRIM Riyadh. Meskipun menghadapi pergeseran demografi anggota, PRIM Riyadh menunjukkan potensi besar dalam pemberdayaan Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan kemandirian dakwah.

Tantangan SDM Mahasiswa (KSU & IMSIU)

Kondisi keanggotaan dari kalangan mahasiswa mengalami tantangan signifikan

King Saud University (KSU): Mengalami kekurangan SDM, terutama pada penerimaan mahasiswa baru (maba) tingkat sarjana. Hal ini dipengaruhi oleh regulasi penerimaan yang berubah dan berimbas pada kurangna maba di kampus tersebut.

IMSIU (Imam Mohammad Ibn Saud Islamic University): Minat mahasiswa untuk berorganisasi yang masih sangat rendah, dengan jumlah anggota aktif saat ini hanya sekitar 2 orang.

Demografi Anggota dan Kemandirian Dakwah

Berbeda dengan ranting lain yang didominasi mahasiswa, PRIM Riyadh memiliki struktur yang unik:

Komposisi Anggota: Dari total 26 anggota, mayoritas berasal dari unsur PMI, sementara mahasiswa kurang lebih berjumlah 8 orang.

Kemandirian Majelis: beberapa anggota PRIM telah memiliki kajian atau majelis taklim mandiri di lingkungannya masing-masing. Hal ini menunjukkan bahwa dakwah Muhammadiyah tetap berjalan secara kultural meskipun kegiatan struktural organisasi sedang menyesuaikan ritme.

Kendala Operasional: Kesibukan pengurus dalam mengurus keluarga dan fokus pembelajaran menjadi faktor utama kurang aktifnya kegiatan kolektif PRIM akhir-akhir ini.

Hubungan Strategis dengan KBRI dan PMI

PRIM Riyadh memiliki posisi strategis karena kedekatannya dengan otoritas dan masyarakat:

Sinergi KBRI: Hubungan yang terjalin baik dengan pihak KBRI Riyadh sebagai perwakilan pemerintah Indonesia menjadi modal sosial yang kuat.

Kaderisasi PMI: Beberapa PMI di Riyadh bahkan sudah naik menjadi pengurus di tingkat PCIM Arab Saudi.

Diakhir pemaparan diskusi ustadz dicky Dzulqarnain menyatakan Kondisi Riyadh menunjukkan bahwa model dakwah di ibu kota lebih bersifat dakwah komunitas (PMI), maka perlunya saling berta’awun menyebarkan dakwah islam.

Penulis : Masykur Al Abdi