TETOUAN, MAROKO – Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Arab Saudi melakukan kunjungan silaturahmi ke Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Maroko pada Senin 29 Desember 2025. Kedatangan PCIM Arab Saudi disambut dengan hangat oleh ketua PCIM Maroko, Faisal Maulana, dan juga kader lainnya sembari berbincang santai di sebuah restoran di provinsi Tetouan, dan menikmati kudapan manis khas setempat, Za’za’.
Pertemuan ini tidak hanya menjadi ajang ramah tamah, namun juga mendiskusikan berbagai hal strategis, mulai dari peta potensi pendidikan di Maroko hingga pengembangan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di sektor pariwisata.
Peta Pendidikan dan Kader Muhammadiyah di Maroko
Dalam diskusi tersebut, terungkap bahwa Universitas Qarawiyyin memegang peranan penting bagi kader Muhammadiyah di Maroko. Kampus ini memiliki institut khusus bernama Darul Hadis.
“Muhammadiyah memiliki MoU ke Darul Hadis. Kita baru tahu ternyata Darul Hadis adalah cabang dari Universitas Qarawiyyin yang memiliki banyak cabang di beberapa tempat,” ujar perwakilan PCIM Arab Saudi, Muhibbuddin Salahuddin, dalam keterangannya.
Diketahui bahwa PCIM Maroko masih tergolong baru dengan jumlah anggota sekitar 70 orang yang tersebar di berbagai provinsi. Konsentrasi massa terbanyak berada di kota Fez (sekitar 15-20 orang) dan Rabat, yang menjadi pusat bagi mahasiswa delegasi Muhammadiyah di Darul Hadis.
Program pengiriman delegasi kader Muhammadiyah ke Darul Hadis ini dirintis berkat lobi Ustaz Muhyiddin Junaidi (Mantan Ketua LHKI) pada awal tahun 2020-an. Meskipun kuotanya terbatas —berkisar satu hingga lima orang per tahun— program ini rutin berjalan setiap tahunnya.
Tantangan Organisasi dan Inspirasi Amal Usaha
Dalam pertemuan tersebut, PCIM Maroko memaparkan bahwa sebagian besar kegiatan mereka, seperti kajian dan diskusi ilmiah, dilakukan secara daring. Hal ini dikarenakan anggota yang tersebar dan belum adanya sekretariat terpusat. Untuk kegiatan luring, mereka biasanya menumpang di sekretariat PPI atau rumah senior.
Merespons hal tersebut, PCIM Arab Saudi berbagi pengalaman mengenai pengelolaan organisasi dan amal usaha. PCIM Arab Saudi memperkenalkan berbagai produk merchandise mereka seperti majalah, tote bag, gantungan kunci, hingga kurma organik sebagai bentuk cinderamata.
Diskusi kemudian mengerucut pada potensi ekonomi yang bisa digarap oleh PCIM Maroko. Mengingat kondisi mahasiswa yang tersebar di berbagai provinsi, PCIM Arab Saudi menyarankan pembentukan unit bisnis di bidang Travel.
“Karena belum ada sekretariat terpusat, gimana caranya mereka bisa punya amal usaha? Beberapa opsi mungkin mereka mau jalanin pembuatan travel juga untuk tamu yang berkunjung ke Maroko,” jelas perwakilan PCIM Arab Saudi.
Silaturahmi ini diharapkan dapat memberikan suntikan semangat dan inspirasi bagi PCIM Maroko, baik dalam pengelolaan organisasi maupun pengembangan kemandirian ekonomi melalui amal usaha yang relevan dengan potensi lokal. Juga saling menguatkan bagi kedua PCIM selaku diaspora Muhammadiyah di luar negeri untuk terus memajukan Muhammadiyah.
Penulis: Zidan Nayyiv Rosyadi