LPEK Muhammadiyah dan PCIM Arab Saudi Jajaki Kerja Sama Wisata Sejarah Kyai Dahlan dan Pariwisata Muslim Global

pada August 23, 2026 Waktu Membaca 3 Menit

Membangun Jejaring Diaspora Muhammadiyah untuk Penguatan Ekonomi Kreatif dan Wisata Ramah Muslim

Mekkah/Arab Saudi – Silaturahmi antara Lembaga Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (LPEK) Pimpinan Pusat Muhammadiyah dengan Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Arab Saudi menjadi langkah awal penguatan kolaborasi strategis dalam bidang pariwisata, ekonomi kreatif, dan pengembangan jejaring diaspora Muhammadiyah di tingkat global.

Pertemuan yang berlangsung secara informal tersebut dihadiri oleh perwakilan PCIM Arab Saudi, di antaranya Bangun Anggara selaku Ketua Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan PCIM Arab Saudi dan Haydar Syihabuddin selaku Ketua Lembaga Khidmah Haji dan Umrah (LKHU). Kedua pihak menyambut baik pertemuan tersebut sebagai ruang silaturahmi sekaligus penjajakan kerja sama kelembagaan.

Dalam pertemuan tersebut disampaikan bahwa PCIM Arab Saudi pada periode kepengurusan saat ini telah memiliki bidang Majelis Ekonomi Bisnis & Pariwisata sebagai bagian dari penguatan peran Muhammadiyah di bidang ekonomi dan pengembangan usaha.

Namun, PCIM Arab Saudi juga memiliki karakteristik tersendiri, yakni sebagian besar pengurus berasal dari kalangan mahasiswa. Sekitar 80 persen pengurus merupakan mahasiswa, dan sebagian besar berdomisili di lingkungan kampus Madinah. Kondisi ini menjadi peluang untuk membangun program berbasis generasi muda, jejaring akademik, dan diaspora internasional Muhammadiyah.

Tetra Budiarto sebagai perwakilan dari LPEK menyampaikan salah satu gagasan strategis yang dibahas adalah pengembangan program “Napak Tilas Kyai Ahmad Dahlan di Makkah” sebagai wisata sejarah dan spiritual Muhammadiyah.

Program ini diharapkan dapat menghadirkan pengalaman wisata edukatif yang menggali jejak perjalanan intelektual dan spiritual KH Ahmad Dahlan ketika belajar di Tanah Suci. Konsep tersebut tidak hanya menjadi perjalanan wisata, tetapi juga bagian dari upaya mengenalkan sejarah Muhammadiyah kepada masyarakat Indonesia dan dunia.

Selain itu, LPEK juga menyampaikan peluang kerja sama untuk mengembangkan kunjungan wisatawan Arab ke Indonesia, khususnya pada momentum musim haji.

Potensi tersebut dapat diarahkan melalui pengembangan paket wisata pasca-haji (post hajj tourism), wisata halal, wisata budaya, wisata alam, serta destinasi ekonomi kreatif berbasis masyarakat.

“Hubungan Indonesia dan Arab Saudi memiliki kedekatan sejarah, spiritual, dan budaya. Muhammadiyah memiliki peluang besar menjadi penghubung antara potensi wisata Indonesia dengan jejaring masyarakat muslim global,” menjadi semangat yang mengemuka dalam pertemuan tersebut.

Dalam kesempatan itu juga disampaikan salam dari Pak Warsangka (Ketua LPEK) kepada keluarga besar PCIM Arab Saudi. Salam tersebut diterima dengan baik dan PCIM Arab Saudi menyampaikan salam kembali kepada jajaran LPEK PP Muhammadiyah.

Pertemuan ini akan ditindaklanjuti melalui komunikasi resmi antar lembaga untuk menyusun bentuk kerja sama yang lebih konkret, termasuk pengembangan program pariwisata sejarah Muhammadiyah, wisata ramah muslim, serta penguatan jejaring ekonomi kreatif berbasis diaspora.

Kolaborasi LPEK Muhammadiyah dan PCIM Arab Saudi diharapkan menjadi bagian dari langkah besar membangun ekosistem pariwisata Muhammadiyah global, yang menghubungkan nilai sejarah, spiritualitas, kreativitas, dan kemandirian ekonomi umat.

Penulis:
Menara IBU | Media Ekosistem Inovasi, Bisnis, dan Ekonomi Kreatif Muhammadiyah