Haedar Nashir: Keistimewaan PCIM Arab Saudi Mungkin Tak Terulang Satu Abad ke Depan

pada December 5, 2025 Waktu Membaca 2 Menit

Arab Saudi, 3 Desember 2025 – Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof. Dr. Haedar Nashir, mengungkapkan rasa bangga dan salut atas capaian Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Arab Saudi yang menjelang satu dekade berdiri sejak 2017. Dalam arahannya pada acara pengukuhan PCIM periode 2025-2027, Haedar memberikan pujian khusus kepada kepemimpinan PCIM.

“Kami serasa tidak mendengarkan seorang ketua PCIM, tapi serasa mendengarkan pidato kepala Bappenas yang sangat jauh visi-misinya, utamanya untuk Muhammadiyah itu sendiri,” ujarnya disambut sorak gemuruh dan tepuk tangan hadirin.

Haedar kemudian menekankan sebuah momen bersejarah dan langka. “Keistimewaan yang jarang didapatkan oleh PCIM ialah dikukuhkan langsung oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah—dalam hal ini ketua umum, sekretaris, ketua PP Aisyiyah, Majelis Diktilitbang—bersama 9 rektor PTM/A, yang mungkin tidak bakal terjadi lagi selama satu abad ke depan,” lanjutnya, diiringi tawa para undangan.

Dalam arahannya, Haedar memberikan apresiasi setinggi-tingginya terhadap visi PCIM Arab Saudi yang berkelanjutan dan mandiri. “Karena itu adalah keunggulan Muhammadiyah yang tidak memisahkan urusan dunia dan akhirat, sehingga lahirlah Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), dengan meyakini kalam Allah: fi al-dunyā ḥasanah wa fi al-ākhirah ḥasanah (mendapatkan kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat). Sebagai umat Muslim, kita berikhtiar sebaik mungkin selama hidup di dunia serta berharap hasil yang sebaiknya pula di akhirat kelak,” jelas profesor di bidang sosiologi tersebut.

Menguatkan pilar kemandirian PCIM Saudi, Haedar menyampaikan bahwa Muhammadiyah berdiri di atas dasar organisasi yang profesional, mandiri, dan maju. Tujuannya adalah melahirkan komunitas yang mendorong kepada kebaikan, serta amar makruf nahi mungkar, sebagaimana tertuang dalam Kepribadian Muhammadiyah.

Kunjungan Kerja dan Silaturahmi

Rombongan PP Muhammadiyah beserta para rektor PTM/A menyempatkan hadir dalam pengukuhan ini di sela rangkaian kunjungan kerja selama empat hari (Ahad-Kamis) di Arab Saudi. Agenda kunjungan antara lain menjalin kerja sama dengan beberapa lembaga ternama, seperti Umm al-Qurā University (Makkah) dan King Salman Relief (Riyadh).

Selain itu, rombongan juga bersilaturahmi ke Kantor Rabithah ‘Ālam al-Islamiy di Riyadh, melakukan kunjungan ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di ibu kota Arab Saudi, serta melaksanakan ibadah umroh. Kehadiran langsung pimpinan tertinggi Muhammadiyah dan para rektor dalam pengukuhan ini menandai dukungan penuh dan hubungan strategis yang terus dikembangkan antara PP Muhammadiyah dengan cabang istimewanya di Tanah Suci.

 

Penulis: Masykur Al Abdi

Artikel Terkait