Haedar Nashir Berharap PCIM Arab Saudi Cetak Ulama Tarjih Masa Depan

pada December 5, 2025 Waktu Membaca 2 Menit

Madinah, 3 Desember 2025 – Dalam pengukuhan Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Arab Saudi periode 2025-2027, Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof. Dr. Haedar Nashir menekankan peran strategis cabang istimewa ini sebagai pencetak kader ulama tarjih masa depan.

“Salah satu tujuan Muhammadiyah berdiri ialah menghidupkan ijtihad, yang dipandang saat itu sudah tidak ada ruang untuk itu. Dengan adanya Majelis Tarjih di PCIM Arab Saudi ini, kami harapkan mampu menghasilkan sumber daya yang menguasai Islam secara mendalam, luas, dan komprehensif,” tegas Haedar Nashir dalam amanahnya.

Struktur Kepemimpinan PCIM Arab Saudi

Pada pengukuhan periode ini, PCIM Arab Saudi membentuk empat majelis dan satu lembaga untuk menjalankan program kerjanya:

  1. Majelis Tarjih dan Tabligh;
  2. Majelis Pendidikan Kader dan Pengembangan Ranting;
  3. Majelis Pustaka dan Informasi;
  4. Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan;
  5. Lembaga Hubungan dan Kerjasama Internasional

Menyadari bahwa mayoritas pengurus PCIM adalah mahasiswa yang sedang menuntut ilmu, Haedar Nashir memberikan nasihat khusus. “Maka hal utama ialah menjadi seorang pembelajar yang baik, dengan mengutip firman Allah: wa al-rāsikhūna fi al-‘ilmi (orang-orang yang mendalam ilmunya),” ujarnya.

Harapannya jelas. “Agar ketika kembali ke Indonesia kelak, mereka mampu menjadi ulama tarjih Muhammadiyah di daerah masing-masing,” lanjut Haedar.

Pesan Akhir: Menjunjung Adab dan Aturan Setempat

Mengakhiri arahan, Haedar Nashir berpesan dengan peribahasa yang penuh makna: “Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung.”

Pesan ini mengingatkan seluruh kader dan warga Muhammadiyah di Arab Saudi untuk senantiasa menghormati dan menyesuaikan diri dengan aturan serta budaya setempat. “Di manapun kita berada, maka wajiblah kita menghormati serta menyesuaikan diri dengan aturan yang berlaku di tempat masing-masing, apatah lagi kita yang berada di Arab Saudi,” pungkas Haedar menegaskan.

Harapan besar ini menempatkan PCIM Arab Saudi bukan hanya sebagai cabang organisasi di luar negeri, melainkan sebagai “laboratorium kaderisasi ulama” yang diharapkan dapat menguasai keilmuan Islam secara langsung dari sumbernya, untuk kemudian berkontribusi membangun pemikiran tarjih dan tajdid Muhammadiyah di tanah air.

 

Penulis: Masykur Al Abdi