Pekan Budaya Indonesia di acara Riyadh Season berlangsung sangat meriah.
Berbagai macam tarian dan produk budaya Indonesia ditampilkan ke khalayak penonton yang memadati Suwaidi Park.
Salah satu yang menonjol dari gelaran acara ini adalah penampilan tim Tapak Suci, yang memperagakan jurus-jurus pada bela diri pencak silat ini.
Pada Jumat, 5 Desember 2025, para jawara silat ini turun melakukan parade keliling Suwaidi Park selama 1,5 jam.
Yang tampil kali ini adalah 4 siswa Sekolah Indonesia Riyadh (SIR). Mereka Adalah Muhammad Rizal (kelas 12), Riyadh (kelas 12), Firnas (kelas 9), dan Marvinda Abhinaya Fathan Mubina (kelas 9).
Pemilihan pencak silat pada pentas budaya kali ini, karena ia adalah seni bela diri tradisional Indonesia yang memiliki keunikan.
Ribuan penonton sangat antusias menyaksikan gerakan-gerakan yang dilakukan oleh 4 jawara silat ini.
Gerakan pukulan dan tendangan yang dilakukan mengikuti irama tabuhan gendang yang digebuk oleh para penabuh.
Pelatih Tapak Suci yang turut mendampingi, Muhammad Wahyu, menuturkan bahwa bela diri ini sengaja ditampilkan ke publik Saudi sebagai promosi budaya Indonesia kepada dunia internasional.
Anak-anak yang tampil ini, kata Wahyu, merupakan tim yang telah terlatih dan siap memperagakan secara profesional ke publik.
“Anak-anak Tapak Suci ini menampilkan performa terbaiknya. Pukulan, tendangan, dan jurus yang dilakukan, sudah disiapkan sebelumnya,” kata Wahyu.
Apa yang diungkapkan Wahyu benar adanya. Nampak saat mereka turun ke jalur parade, para penonton dari berbagai negara mengerumun dan mengambil video aksi gerakan para atlit silat ini.
Tapak Suci Putera Muhammadiyah telah eksis diajarkan di Sekolah Indonesia Riyadh (SIR) sejak beberapa tahun silam. Anak-anak pencak silat ini kerap tampil ke publik pada saat acara kenegaraan atau resepsi diplomatik di hadapan tamu undangan negara-negara sahabat di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Riyadh.
Penulis: Budi Marta Saudin