Mempererat Silaturahmi Muhammadiyah Arab Saudi dan Muhammadiyah Jerman: Merajut Ukhuwah, Memperluas Dakwah, Menguatkan Kolaborasi Internasional

pada October 15, 2026 Waktu Membaca 3 Menit

Sabtu, 10 Oktober – Kami berkesempatan bersilaturahmi dengan Ibu Diyah Nahdiyati, pimpinan Muhammadiyah Jerman sekaligus PCIM Jerman. Pertemuan berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Masya Allah, kami juga dijamu makan malam di hotel oleh beliau. Semoga Allah membalas segala kebaikan beliau dengan sebaik-baik balasan.

Muhammadiyah Jerman: Organisasi yang Terus Bertumbuh

Saat ini, Muhammadiyah Jerman memiliki sekitar 150 anggota, bahkan jumlahnya lebih besar jika turut memperhitungkan keluarga masing-masing. Alhamdulillah, Muhammadiyah di Jerman telah mendapatkan pengakuan resmi dan legal dengan nama Muhammadiyah Deutschland e.V., sebagai organisasi sosial nirlaba di Jerman.

Mengembangkan Program dan Amal Usaha

Berbagai program dakwah dan kegiatan organisasi terus berjalan aktif. Ke depannya, Muhammadiyah Jerman juga berencana mengembangkan amal usaha sebagai bagian dari ikhtiar memperkuat kemandirian organisasi sekaligus memperluas kontribusi bagi masyarakat.

Perjalanan dan Pengabdian Ibu Diyah di Jerman

Ibu Diyah sendiri telah menetap di Jerman sejak tahun 2006 bersama suaminya yang berkewarganegaraan Jerman. Selama kurang lebih 20 tahun tinggal di sana, beliau menempuh perjalanan panjang hingga menjadi dokter dan terus mengabdi di bidangnya sampai hari ini. Masya Allah, sebuah perjalanan yang patut menjadi inspirasi.

Harapan Menghadirkan Kader Muhammadiyah dari Timur Tengah

Dalam pertemuan tersebut, beliau menyampaikan harapan besar agar kader-kader Muhammadiyah dari Timur Tengah, khususnya Arab Saudi, kelak dapat berkontribusi di Jerman setelah menyelesaikan studi. Kehadiran para kader diharapkan mampu turut menghidupkan kegiatan keagamaan, dakwah, serta pembinaan umat Islam di sana.

Tantangan dan Peluang Dakwah di Jerman

Sebagai salah satu negara dengan komunitas Muslim minoritas, Jerman menghadapi beragam tantangan, termasuk berkembangnya sentimen Islamofobia. Namun, di sisi lain, pertumbuhan komunitas mualaf juga menjadi peluang dakwah yang perlu disambut dengan pembinaan yang baik dan berkelanjutan.

Dakwah yang Inklusif dan Penuh Kekeluargaan

Dalam konteks inilah, pendekatan dakwah yang hangat, inklusif, dan berlandaskan semangat kekeluargaan menjadi sangat penting. Kehadiran kader Muhammadiyah diharapkan tidak hanya memperkuat kehidupan keislaman masyarakat Muslim Indonesia di Jerman, tetapi juga turut menghadirkan Islam yang damai, mencerahkan, dan memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat.

Bahasa sebagai Bekal Berkiprah di Jerman

Untuk dapat berkiprah di Jerman, penguasaan bahasa Jerman merupakan salah satu bekal utama. Kemampuan bahasa yang memadai akan membantu kader beradaptasi dengan lingkungan setempat, membangun komunikasi yang baik, serta memenuhi kebutuhan studi dan pekerjaan, termasuk apabila ingin mendapatkan pekerjaan sampingan.

Memperkenalkan Kiprah PCIM Arab Saudi

Dalam kesempatan yang sama, PCIM Arab Saudi yang diwakili oleh Muhibbuddin dan Abdurrazaq turut memperkenalkan perjalanan dan perkembangan organisasi, mulai dari sejarah pembentukan PCIM Arab Saudi, persebaran kader di berbagai kota, hingga program-program yang telah dan sedang dijalankan.

Merajut Sinergi Dakwah Muhammadiyah Internasional

Pertemuan ini menjadi momentum berharga untuk memperluas jejaring dakwah Muhammadiyah di tingkat internasional. Semoga silaturahmi yang telah terjalin tidak berhenti pada pertemuan ini, tetapi berlanjut dalam bentuk kolaborasi nyata, khususnya dalam pengembangan kader, penguatan dakwah, dan pemberdayaan umat Islam di berbagai belahan dunia.

Dari Arab Saudi hingga Jerman, semoga Muhammadiyah terus meluaskan manfaat dan menghadirkan Islam yang rahmatan lil ‘alamin. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.

Muhibuddin S.