Bedah Tafsir Ulama Keturunan Nusantara di Hijaz oleh PCIM Saudi

pada May 15, 2026 Waktu Membaca 2 Menit

Madinah — Acara Bedah Tesis berhasil diselenggarakan oleh Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah Arab Saudi pada sore hari waktu setempat tanggal 9 Mei 2026. Acara yang dikelola oleh Majelis Pustaka dan Informasi tersebut menghadirkan salah satu kader PCIM Saudi yang berhasil mempertahankan tesisnya pada pekan lalu (3/5/2026) dengan nilai mumtāz murtafi’ (summa cumlaude).

Kader tersebut bernama Asri Amiruddin. Ustadz Asri, sapaan akrabnya, meneliti metodologi salah satu ulama Hijaz keturunan Nusantara bernama Syekh ‘Abdul Ḥamīd al-Khathīb dalam menulis tafsirnya. Penelitian tersebut ia ajukan untuk menuntaskan gelar master atas studinya di Qassim University jurusan Ilmu Al-Qur’an.

Sebagai salah satu kader PCIM Saudi yang juga pernah menjabat sebagai Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid periode 2022-2024, Ustadz Asri membagikan hasil penelitiannya di hadapan para kader PCIM di Rumah Buya Hamka dan Google Meet. Diskusi berlangsung intens bersama peserta selama satu setengah jam kegiatan.

Syekh ‘Abdul Ḥamīd yang menjadi objek studi kali ini memang memiliki riwayat hidup yang menarik. Selain kompetensinya sebagai seorang ulama yang menulis karya di bidang sirah, tafsir, dan aqidah, beliau juga tercatat pernah menjadi diplomat Kerajaan Arab Saudi untuk Republik Pakistan. 

Hasil penelitian ini menghasilkan kesimpulan bahwa pandangan-pandangan Syekh ‘Abdul Ḥamīd memiliki corak mazhab aqidah atsari dan tarjih dalam fiqih, meskipun beliau mendaku bermzhab syafii. Di antara contoh pandangan beliau adalah membantah takwil tanpa dasar dalam memaknai lafadz istawā.

Di akhir sesi, Ustadz Asri menyampaikan harapannya kepada para peserta untuk bisa melanjutkan penelitian mengenai Syekh ‘Abdul Ḥamīd di bidang keilmuan lain. Ulama putra Syekh Aḥmad Khathīb al-Minangkabawi ini adalah sosok ulama masa kontemporer yang patut untuk diteliti dan diteladani oleh para penuntut ilmu. 

 

Penulis: Ahmad Nur Qalby