BURAIDAH-Mengisi momentum keberkahan bulan Ramadhan, Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Arab Saudi menggelar kunjungan bertajuk “Safari Jami’ah” ke Pimpinan Ranting Istimewa Muhammadiyah (PRIM) Qassim. Acara yang dikemas dalam bentuk diskusi hangat dan Buka Puasa Bersama (Bukber) ini berlangsung pada Selasa 3 maret 2026 di Khoimah Sakan, Qassim University.
Ustadz Mirza Auliaurrahman, memaparkan bahwa saat ini PRIM Qassim tengah merintis bersama 33 anggota aktif, yang menempatkannya sebagai ranting dengan basis anggota terbanyak kedua di Arab Saudi setelah Madinah. “Di bawah kepemimpinan baru, fokus utama organisasi akan dialihkan dari kegiatan bersifat seremonial menuju penguatan keanggotaan yang berfungsi sebagai wadah kekeluargaan bagi warga persyarikatan di perantauan.
PRIM Qassim berusaha hadir menebar kebermanfaatan di tanah Qassim
Harapannya, manfaat keberadaan PRIM Qassim tidak hanya dirasakan oleh anggota internal, tetapi juga mampu merangkul para pekerja migran di wilayah Qassim yang memiliki latar belakang Muhammadiyah, sehingga jangkauan dakwah dan kemaslahatan organisasi dapat dirasakan secara lebih luas dan inklusif” ungkap ketua PRIM Qassim
Menekankan pentingnya menyamakan persepsi antar cabang dan ranting
Rombongan PCIM Arab Saudi yang dihadiri langsung oleh Ketua PCIM Arab Saudi menekankan bahwa “Perlunya menyamakan persepsi antar PCIM Arab Saudi dan PRIM se-arab saudi, agar kedepannya bisa bersinergi dalam rangka menyebarkan kebermanfaatan Muhammadiyah di tanah rantau ini khususnya di Arab Saudi”.
Dua Fokus utama PCIM Arab Saudi periode ini Dakwah dan Kaderisasi
Adapun Ustadz Erwin Febriadi Hamzah menekankan “Bahwa periode kali ini PCIM Arab Saudi berfokus kepada dakwah dan kaderisasi yang diantara program yang sudah berjalan ialah, kajian Faraidh, munakahat, penulisan khutbah jumat. Adapun yang sementara berlangsung ialah Madrasah Tarjih, Kultum ramadhan, dan kajian Aisyiyah. Dan juga agenda besar periode kali ini berupa Training of Trainer (TOT) sebagai jawaban atas kekurangan mahasiswa saudi yang dianggap kurang rg mahir dalam memahami dakwah dilapangan”. Tutur Wakil Ketua 1 PCIM Arab Saudi.

Suasana kegiatan dan berbuka puasa bersamaPenyampaian selanjutnya ustadz Abdullah Al Fikri berkaitan dengan agenda perkaderan, “Sebagai langkah awal untuk menjadi bagian dari PCIM Arab Saudi maka perlunya diadakan Baitul Arqam (BA), maka diharapkan partisipasi dari tiap2 ranting Muhammadiyah se-arab saudi, juga Safari Madrasah untuk mensosialisasikan Kampus-kampus Arab Saudi dan memperkenalkan PCIM Arab Saudi. ” ungkap wakil ketua Majelis Pembinaan Kader dan Ranting Istimewa (MPKRI).
Kemudian disambung pembahasan oleh Sekretaris PCIM Arab Saudi mengenai khidmah kepada jamaah haji dan umroh melalui Lembaga Khidmah Haji dan Umroh (LKHU). “Bagi teman-teman yang berminat dan memiliki waktu luang agar bisa ikut bersama-sama memberikan pelayanan terbaik kepada tamu-tamu allah tentu saja tanpa menghalangi kewajiban sebagai penuntut ilmu” ungkap Ustadz Haydar Syihabuddin yang juga selaku ketua LKHU.
Dan pembahasan terakhir ditutup oleh perwakilan dari Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) oleh Ustadz Masykur Al Abdi. “Mari persiapkan nyawa kedua kita dengan cara menulis, sebagaimana para ulama yang senantiasa menorehkan penanya sehingga namanya masih harum hingga saat ini walaupun jasadnya sudah ratusan tahun. PCIM Arab Saudi melalui MPI menyediakan wadah berupa website PCIM Arab Saudi dan Majalah Al-Manarah”. Tutur Pimpinan Redaksi Majalah Al-Manarah PCIM Arab Saudi.
Pertemuan ini bukan sekadar ajang temu kangen, melainkan menjadi wadah untuk mempertajam ukhuwah serta arah dakwah dan koordinasi program kerja ke depan.
Penulis : Ghazy Ahmad Filando